MENANGGULANGI KECEMASAN

17 Oct 2010

Siapakah orangnya yang tak pernah merasakan kecemasan dalam hidup ini? Tentu semua orang pernah merasakannya. Kecemasan adalah hal yang wajar dalam kehidupan, baik yang muncul tanpa sebab jelas maupun karena suatu tuntutan atau tekanan tertentu dari dalam diri maupun luar. Bila individu telah terganggu oleh kecemasan itu secara terus-menerus hampir tiap hari selama minimal tiga bulan, kecemasan telah menjadi gangguan. Disebut gangguan cemas menyeluruh.

Seperti yang dialami mas BS, seorang laki-laki 37 tahun, belum berkeluarga, yang merasa cemas hampir tiap hari karena atasannya di perusahaan menuntutnya untuk meningkatkan aset yang hampir-hampir di luar kemampuan BS. Sedang di rumah, orangtuanya yang tinggal ibunya memintanya untuk bisa menyekolahkan dua adiknya yang masih belajar. Mas BS menulis ke rubrik ini untuk memohon saran, berhubung iapun telah minum obat anti cemas tapi begitu obat habis kecemasannya muncul lagi.

************

Obat anti cemas memang sangat membantu menghilangkan kecemasan secara instan. Tapi obat itu sifatnya hanya membantu. Yang pokok adalah bagaimana individu bereaksi terhadap berbagai stimulus dalam hidupnya. Reaksi inilah yang menyebabkan kecemasan itu. Kita harus mengubah reaksi kita yang berarti merubah pola pikir dan sikap kita terhadap berbagai hal yang kita rasakan menuntut atau mengancam.
Jadi kecemasan manusia adalah reaksi siaga, atau respons manusia terhadap tuntutan dari luar yang mengancam.

Manusia akan bisa meningkatkan prestasi atau kinerjanya karena kecemasan atau reaksi siaga itu, tapi bila gejala itu berlebihan akan menjadi menetap atau patologis, individu malah akan menurun kinerjanya, tidak mampu berpikir, tidak bisa berkonsentrasi dan tak bisa mengambil keputusan yang tegas dan beresiko. Kecemasan dan ketegangan pada diri individu terjadi karena pola pikir, sikap dan perilaku, atau model respons yang dipilih manusia itu. Inilah yang harus anda ubah, pola pikir, pandangan dan pilihan sikap perilaku anda.

Kita harus membekali diri kita untuk menghadapi segala bentuk kecemasan dengan belajar tiga langkah dasar dalam menganalisa suatu permasalahan, yaitu : (1) mengumpulkan fakta; (2) menganalisa fakta; (3) membuat keputusan dan kemudian berbuat sesuatu dengan keputusan itu. Inilah yang diajarkan Aristoteles, dan selalu digunakannya. Dan kita harus juga menggunakannya jika kita hendak memecahkan sebuah permasalahan yang membebani hidup kita sehingga menimbulkan berbagai gejala kecemasan.

Yang pertama, mengumpulkan fakta. Mengapa ini penting? Sebab jika kita tidak mempunyai fakta kita bahkan tidak akan pernah bisa mencoba memecahkan masalah kita dengan cerdas. Tanpa fakta, kita hanya akan berputar-putar dalam kebingungan. Inilah pendapat Herbert Hawkes, Dekan Columbia College, selama 20 tahun. Ia telah membantu dua ratus ribu mahasiswa memecahkan masalah keceemasan mereka. Ia berkata: kebingungan adalah penyebab utama kecemasan. Itulah sebabnya hampir semua pasien saya mengatakan cemas karena bingung dan semuanya benar-benar tidak tahu apa penyebab kecemasannya itu.

Separuh kecemasan di dunia timbul karena orang berusaha membuat sebuah keputusan sebeum mereka memiliki pengetahuan yang cukup untuk dijadikan dasar keputusan mereka. Misalnya Hawkes berkata: Jika saya mempunyai masalah yang harus saya hadapi pada jam 10.00 Senin depan, saya menolak membuat keputusan apapun tentang hal itu hingga Senin depan tiba. Selama waktu itu saya akan berkonsentrasi mengumpulkan semua fakta yang berhubungan dengan masalah itu. Saya tidak merasa cemas. Saya tidak merasa sengsara karena masalah saya. Saya tidak kehilangan waktu tidur saya. Saya hanya berkonsentrasi mengumpulkan fakta. Dan bila hari Senin tiba, jika saya sudah mempunyai seluruh faktanya, masalah yang saya hadapi biasanya sudah terpecahkan sendiri!.

Apakah dengan begitu ia telah berhasil menyingkirkan semua masalah kecemasan? Ya, ia berkata, saya fikir dengan jujur bisa berkata kalau hidup saya sekarang benar-benar bebas dari rasa cemas. Saya telah menemukan, bahwa bila seseorang mau meluangkan waktunya untuk mengumpulkan fakta secara menyeluruh dengan cara yang obyektif, masalah kecemasannya biasanya akan menguap dihadapan cahaya pengetahuan.

Pasien-pasien saya untuk gangguan cemas menyeluruh, bila saya tanya apakah penyebab kecemasannya yang terus menerus itu, hampir semuanya pasti menjawab tidak tahu penyebabnya itu. Bangun tidur pagi hari mereka sudah langsung cemas dengan aneka ragam gejala seperti diatas. Hal ini disebabkan mereka tidak pernah mengumpulkan data dalam hidupnya, dan menganalisa data-data itu.

Seorang ibu rumah tangga misalnya, bila ia mempunyai data berapa uang yang diterimanya dari suaminya tiap bulan untuk hidup minimal, berapa kekurangannya, dan bagaimana upayanya untuk mencukupi kebutuhan hidupnya sekeluarga, berapa biayanya bila suami dan anaknya mengajak makan diluar, berapa untuk kebutuhan sekolah anaknya, ibu itu akan sibuk mengumpulkan data dan menganalisanya sehingga tak sempat untuk merasakan kecemasan dan bila semua data sudah diperoleh dan dianalisa maka kecemasannya yang lama akan menguap dengan sendirinya.

prototip patung pembebasan Irian Barat karya Edy Sunarso dlm pameran dan bedah buku Bentara Budya Jogya -2010 - dok.pribadi

prototip patung pembebasan Irian Barat karya Edy Sunarso dlm pameran dan bedah buku Bentara Budya Jogya -2010 - dok.pribadi

Bila anda mengumpulkan semua data obyektif dibutuhkan untuk pemasaran, menganalisanya dengan cermat, lalu membuat keputusan untuk memilih metode dan menyusun materi pemasarannya, bagaimana menjawab semua pertanyaan kritis yang mungkin timbul, mencatat jawabannya, mengumpulkan data untuk berdebat dengan pejabat-pejabat yang selalu menuntut anda, maka anda tidak akan sempat merasakan kecemasan dan bila waktunya presentasi atau berdebat dengan atasan tiba, kecemasan lama akan menguap di hadapan cahaya pengetahuan.****


TAGS


-

Author

Follow Me