• 29

    Jun

    VIDEO PORNO DAN HAK AZASI ANAK

    Tayangan video porno atau mesum, seperti yang mendominasi mass-media dalam 3 minggu terakhir ini sehingga menutup semua berita politik dan pemberantasan korupsi di tanah air, benar-benar mengerikan bagi anak-anak kita. Tak bisa dibayangkan bagaimana reaksi mental anak-anak kita bila melihat adegan syur laki-laki dan wanita dewasa itu di HP temannya. Hak azasi anak yang ke-empat menyebutkan bahwa seorang anak berhak mendapat perlindungan dari segala bentuk eksploatasi, perlakuan kejam dan sewenang-wenang. Materi video porno yang dimasukkan internet yang dengan sendirinya mudah dilihat dan diunduh ke computer atau HP yang sudah dipegang sebagian besar anak-anak kita sejak SD merupakan eksploatasi mental yang dahsyat. Anak-anak menetima informasi audiovisual tentang seksual yang vulgar pada
  • 25

    Jun

    HUMOR

    Seorang ibu rumah tangga yang cerdas, Ny Ri, yang bekerja wiraswasta membantu suaminya usahawan tembakau dan sarang burung di Temanggung, menulis ke rubrik kita ini. Apakah memang humor dibutuhkan dalam kehidupan berumah tangga? Apakah humor itu menyehatkan? Suaminya pekerja keras, tapi sangat pemarah dan mudah tersinggung. Mereka sering berselisih pendapat tentang cara mendidik anak dan berhubungan dengan tetangga. Demikian seringnya terjadi pertengkaran sehingga ancaman perceraianpun mulai muncul. Suatu ketika sang suami ronda di kampung dan mabuk, berjalan-jalan di lorong kampung sambil berteriak-teriak tak karuan disaksikan orang banyak. Ny.Ri sangat malu tapi tak berani memperingatkan karena suaminya akan marah-marah esoknya. Maka Ny.Ri mengajak ibu-ibu tetangganya membeli sebotol m
  • 3

    Jun

    KAMI INGIN IKUT TERTAWA TAPI KAMI TAK BISA MENDENGAR SUARA BAPAK TENTANG NAPZA

    DEMIKIAN TULIS SISWA SMA LUAR BIASA Tipe B YANG IKUT DALAM SEMINAR NASIONAL Bahaya Narkoba dan HIV/AIDS DALAM REUNI AKBAR SMA NEGRI 1 MAGELANG Saya agak terkejut ketika mbak Atun, mantan sekertaris saya, menyodorkan sepucuk surat permintaan ceramah Napza dari Panitia Reuni Nasional SMA Negri 1 Magelang tanggal 8 Mei 2010 ini. Ya, permintaan ceramah atau bicara Napza di suatu seminar telah banyak menurun dalam tiga tahun terakhir. Di tahun 2009, hanya ada sekitar 8 permintaan ceramah dalam setahun, dan tahun 2010 baru dua permintaan, salah satunya permintaan ini. Tahun 2007 kebelakang, mungkin 3-4 permintaan dalam sebulan dan saya, selalu diikuti pasien-pasien saya pecandu yang sudah clean. Berputar-putar di seluruh Jawa Tengah dan Jogyakarta, di kampus-kampus, sekolah-sekolah, hotel ber
  • 30

    May

    Mengontrol Halusinasi

    Bagaimana saya bisa membantu keponakan perempuan saya itu menghilangkan suara-suara tanpa ujud yang mengganggu itu? Bila suara-suara itu dari orang-orang yang membicarakannya, menjelek-jelekkannya, komentar-komentar yang menyakitkan, ia uring-uringan terus dan tak bisa mengerjakan apa-apa. Tapi bila suara-suara itu dari artis idolanya yang mencintai dia, ia tersenyum-senyum sendiri dan berjam-jam hanya duduk melamun di samping rumah. Padahal obat dari dokter jiwa pun sudah diminumnya, ya meski sering kelupaan karena merasa dirinya sudah baik. Demikian tulis Ny.Hdn ke rubrik kita ini. Ibu ini repot mengawasi keponakannya perempuan yang ikut dengannya, usia 22 tahunan, berhenti kuliah sudah 2 tahun karena mengalami gangguan jiwa. Ia sudah dibawa ke psikiater di RSUD terdekat, tapi masih sa
  • 13

    May

    KRITIK

    Mengkritik orang dan menerima kritik, secara bijak, memang bukan perkara mudah. Orang lebih gampang melihat kesalahan atau kekurangan orang lain, mungkin rekankerja kita, dan mengkritiknya habis. Melaksanakan krieik itu yang sulit, atau berat, mungkin orang harus melepaskan idealismenya sendiri untuk bisa melakukan kritik orang lain tersebut. Itulah yang dialami Rn, seorang wanita 30 tahun, pegawai akuntansi suatu perusahan swasta. Ia bekerja sebaik-baiknya membuat laporan keuangan tahunan sesuai peraturan dan hukum keuangan yang berlaku, tapi ia dikritik rekan-rekan kerjanya sebagai tidak membela atau melindungi kantornya dari pajak yang tinggi. Kritik itu sangat pedas dan menjatuhkan karena dilontarkan di depan rapat pleeno yang dihadiri para kepala kantor. Rn mencoba membela diri bahw
  • 5

    May

    GEA DAN HASIL UJIAN NASIONAL SMA YANG DRAMATIS

    Sembilan ribu dua ratus tiga puluh tujuh siswa di Jogyakarta tidak lulua Ujian Nasional. Berita dahsyat dari Koran Tempo Senin pagi 26 April 2010 yang diacungkan anak lelaki langganan saya di perempatan ring-road Jombor saat mobilku berhenti melaju ke tempat kerjaku di RSJ Magelang seakan menampar mataku. Gila. Apa-apaan nih Ujian Nasional? Anak-anak SMA Jogya yang relatif lebih maju sekolahnya dari daerah-daerah lain, selain itu hampir tak ada yang tidak ikut Bimbingan studi untuk ujian akhir maupun tes masuk perguruan tinggi begitu banyak yang tidak lulus? Bukankah ratusan orang tua , dari Jawa maupun pulau-pulau lain luar Jawa, mengirimkan anaknya ke Jogya untuk sekolah SMA supaya lulus dengan nilai baik dan lulus tes perguruan tinggi? Jogya adalah Kota Pelajar adalah mitos yang ter
  • 29

    Apr

    JANGAN MENGIJINKAN ORANG MENGHINA ANDA

    Mereka itu selalu menyakiti saya dengan ucapan-ucapan yang menjengkelkan. Mereka selalu mencar-cari kesalahan atau kekurangan saya dan teman-teman, lalu mengata-ngatai kami dengan benar-benar menyakitkan. Merendahkan. Menghina di depan banyak orang. Melecehkan. Demikian tulis Pak Snd, usia 40an, seorang pimpinan bidang Pemasaran. Bapak ini mengeluhkan kelakuan rekan-rekan kerjanya bidang Produksi, yang sudah lama tidak senang dengan orang-orang bidang Pemasaran. Ini disebabkan karena gaji yang diterima sama besarnya, bahkan bidang Pemasaran sering menerima bonud-bonus kalau kerjanya nampak berhasil. Sebaliknya bidang Produksi. Tak pernah menerima bonus-bonus itu meski produksi meningkat. Dan bila produksi menurun, sumpah serapah atasan yang diterimanya. Persaingan jadi memuncak dan ora
  • 17

    Apr

    Just for to day, I am Happy!

    Apakah benar pikiran yang mempengaruhi emosi saya, kegembiraan atau kesedihan saya sekeluarga. Kalau saya berpikir saya ini termasuk beruntung maka gembiralah saya. Tapi bila saya bilang saya ini celaka dua belas, susah dan hancurlah hati saya, dan ini mempengaruhi istri dan anak-anak saya. Semua susah. Tapi bagaimana, bila saya benar-benar bangkrut, saya bisa berpikir bahwa saya beruntung? Bukankah itu menipu diri dan hati saya pasti tahu itu, saya tak akan bahagia, demikian tulis AR, seorang pengusaha muda caunter HP pada KR Minggu. Ia sudah 3 tahun membuka counter HP di Jogya bagian selatan. Tahun pertama sukses. Tahun kedua mulai banyak saingan, terutama saingan dengan modal besar yang menyewa tempat di sentral-sentral HPMaka konsumen lebih suka menyerbu kesana. Ditambah lagi anak-a
  • 11

    Apr

    BUNUH DIRINYA RORO MENDUT

    Dia seorang wanita muda,perawat jiwa lulusan Akper yang baru setahun bekerja di RSJ, bertubuh langsing, putih mulus, bermata bagai bintang kejora, sehingga teman-temannya para perawat bangsal memanggilnya Roro Mendut. Selain rajin, sangat care terhadap pasien gangguan jiwa berat yang di rawat inap, Roro Mendut juga cerdas. Disamping kesibukannya merawat pasien yang banyak dengan tingkah tak karuan, Roror Mendut masih menyempatkan diri mengambil S1 Keperawatan yang dibuka di RSJ tempatnya bekerja bekerja sama dengan STIKES di Ungaran, Semarang. Kebetulan saya , sebagai dokter (psikiater) bangsalnya, menjadi pembimbing thesisnya.. Roror Mendut, dan teman-temanya, diharuskan mengambil subyek penelitian thesisnya pasien-pasien gangguan jiwa berat (skizofrenia) yang dirawat di RSJ tempat me
  • 4

    Apr

    PERNAHKAH ANDA MENGALAMI KECEMASAN HEBAT?

    POLI RSU MUNTILAN - DOK.PRIBADI Ya, tentu saja pernah. Namanya orang hidup di dunia. Tentu pernah mengalami hal itu sesekali. Karena suatu ancaman, tekanan, atau tak ada ancaman sama sekali. Seperti pemuda ini, yang menulis ke rubric konsultasi suatu harian yang saya asuh. Saya termasuk aktivis mahasiswa di Senat Mahasiswa, karena saya pikir inilah saatnya saya bisa belajar berorganisasi, bergaul, dan melatih kepekaan saya terhadap situasi sosial masyarakat. Tapi akibatnya studi saya seing terganggu dan terhambat. Semula hal itu tak menjadi masalah, tapi sekarang waktu studi saya mendekati habis, dan untuk perpanjangan waktu orangtua saya tak mampu lagi membiayai. Dua adik saya masuk perguruan tinggi dan ini butuh biaya cukup besar.Saya jadi merasa bersalah, karena seharusnya saya s

Author

Follow Me